Author picture
Strengthening Institutional Synergy: UMS Welcomes Benchmarking Visit from Universitas Esa Unggul

Surakarta, 2 Februari 2026 — Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan benchmarking dari Universitas Esa Unggul pada Senin (2/2), sebagai bagian dari upaya penguatan jejaring kelembagaan dan pengembangan kolaborasi strategis antarperguruan tinggi.

Kunjungan ini merupakan benchmarking perdana Universitas Esa Unggul ke UMS dan dihadiri oleh Ketua Badan Kerja Sama Urusan Internasional (BKUI) Universitas Esa Unggul beserta tim kerja sama, serta Dekan Fakultas Psikologi. Pertemuan berlangsung secara konstruktif dengan fokus pada pertukaran praktik terbaik dalam pengelolaan reputasi institusi, kemitraan strategis, dan urusan internasional.

Direktur Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional UMS, Nurgiyatna, S.T., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking ini menjadi momentum penting untuk memperluas kolaborasi yang berorientasi pada mutu dan keberlanjutan.

“UMS terbuka untuk berbagi praktik baik dalam pengelolaan kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kami mendorong kolaborasi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan akademik, kelembagaan, dan kualitas lulusan,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, kedua institusi berbagi best practices terkait strategi penguatan reputasi global, pengembangan kemitraan yang berkelanjutan, serta tata kelola internasionalisasi perguruan tinggi. Pembahasan mencakup penguatan jejaring kolaborasi, peningkatan visibilitas institusi, hingga upaya mendorong daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional dan global.

Terkait pengelolaan mahasiswa internasional, Wijianto, S.T., M.Eng.Sc., selaku Kepala Subdirektorat Hospitalitas DRKUI UMS, memaparkan sistem layanan mahasiswa asing yang terintegrasi sejak tahap awal.

“Pengelolaan mahasiswa internasional di UMS dilakukan secara komprehensif, mulai dari proses pendaftaran, layanan keimigrasian, adaptasi budaya, hingga pendampingan akademik saat mahasiswa memulai perkuliahan. Pendekatan ini kami rancang untuk memastikan kenyamanan dan keberhasilan studi mahasiswa asing,” jelasnya.

UMS juga memaparkan strategi kolaborasi yang selaras dengan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU), dengan menekankan keterlibatan aktif program studi sebagai kunci keberhasilan implementasi kerja sama agar berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Sidiq Permono Nugroho, S.E., M.M., selaku Kepala Subdirektorat Pengembangan Kemitraan Industri DRKUI UMS, menyoroti pentingnya sinergi dengan pemerintah dalam mendukung penguatan kerja sama institusional.

“Kerja sama dengan pemerintah memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi. UMS terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar program-program yang dijalankan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn